12.2.10

SETAN-PUN TIDAK MAU RUGI


setan tidak akan pernah membiarkan manusia menarik sedikit keuntungan
dari setiap godaannya kepada manusia


Seorang pria bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Ditengah jalan menuju masjid, pria tersebut jatuh dan pakaiannyakotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah.


Di rumah, dia berganti baju,berwudhu, dan……….
LAGI, berjalan menuju masjid.
Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama !
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.


Dirumah, dia… . . sekali lagi berganti baju,
berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas pria tersebut,
dan pria itu menjawab " Saya melihatanda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid “
jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda


Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.


Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama.
Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab : “ Aku adalah Setan “


Pria itu terkejut dengan jawaban pria kedua.
Setankemudian menjelaskan,
” Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh”


Ketika kamu pulang ke rumah,
membersihkan badan dan kembali ke masjid,
Allah memaafkan semua dosa-dosa mu.


Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan ……
bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,
kamu tetap memutuskan kembali masjid.
Karena hal itu, Allah memaafkan dosa-dosamu seluruh anggota keluargamu.


Saya KHAWATIR jika saya membuat kamu jatuh untuk ketiga kalinya,
jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu,


jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dengan selamat..


Lesson to learn dari cerita diatas :

pertama, Setan tidak akan pernah mau mengambil sedikit kerugian-pun dari setiap aksinya atas perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Jadi, jangan pernah membiarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.

kedua, Setiap niat baik yang kemudian diupayakan diwujudkan, tentu akan mendapat ganjaran yang setimpal dari ALLAH SWT,
Jadi, jangan pernah melepaskan sebuah niat baik yang hendak anda lakukan karena
anda tidak akan pernah mengetahui ganjaran apa yang akan anda dapatkan dari segala kesulitan yang anda temui dalam usaha untuk melaksanakan niat baik tersebut.

salam

2.2.10

CP: PSA - 02 SURAT UNTUK ANAK


Jangan takut akan gagal

Lebih takutlah untuk tidak mencoba

Colin Powell


Menjadi orang tua adalah suatu anugerah dan tantangan dalam hidup, karena tidak semua manusia yang hidup di dunia dengan serta merta dianugerahi dengan tanggung jawab yang besar itu, yaitu : mempunyai anak, merawat dan mendidiknya agar si anak menjadi orang yang berhasil bagi dirinya pribadi, orang tua, keluarga, lingkungan, agama, bangsa dan negaranya.


Anugerah dan tantangan tersebut, akan datang kepada kita, bahkan jauh sebelum si anak terlahir ke dunia. Dalam menjalani kehidupan yang singkat ini, pergulatan dan perjuangan keras untuk mendapatkan seorang anak dalam suatu keluarga tidak jarang dialami oleh pasangan suami istri, tapi dilain pihak, ada saja pasangan yang begitu mudahnya mendapatkan anak dalam kehidupan berumah tangga mereka. Itulah romantisme kehidupan.


Mendidik dan menyiapkan anak untuk dapat hidup dan bertahan menghadapi kerasnya kehidupan sebenarnya dimulai sejak dini, yaitu dimulai sejak anak lahir dan disusui oleh sang ibu. Dari segala macam problematika mengasuh dan mendidik anak agar ia menjadi manusia yang mempunyai tanggung jawab terhadap diri pribadi dan keluarga serta lingkungannya yang dirasa paling berat, adalah pada saat anak menjelang akil baliq untuk menuju kedewasaannya baik dari segi pikiran maupun perilaku kehidupannya.


Menyadari peliknya masa – masa peralihan tersebut, dan juga bahwa pengetahuan kita yang serba terbatas, maka alangkah baiknya kita belajar dari orang lain, baik itu dalam bentuk pengalaman maupun nasihat-nasihat bijak yang mereka miliki, yang mungkin saja berguna pula untuk diterapkan pada lingkungan keluarga kita.


Salah satu cara atau nasihat bijak yang bisa kita contoh dalam menyiapkan dan memberi tanggungjawab kepada anak pada saat ia menjelang dewasa, adalah seperti yang dilakukan oleh Colin Powell terhadap putra pertamanya pada saat putranya berumur 16 tahun, seperti yang ditulis dalam buku : Colin Powell, Perjalanan Seorang Amerika, Penerbit Angkasa Bandung, 2001:284 :

“ Setiap anak saya mencapai umur enam belas tahun, saya memberi sebuah surat, berusaha memberitahu apa yag saya harapkan dari mereka, misalnya kebijaksanaan, atau paling sedikit manfaat dari pilihan-pilihan yang saya anggap benar atau juga berupa kesalahan-kesalahan “.

Mike yang pertama menerima surat saya, dan saya menulis antara lain, “ Kamu sekarang mulai meninggalkan masa kanak-kanak dan mulai menapak di jalan kedewasaan sebagai seorang pria..... kamu akan menciptakan secara pasti seseorang yang kamu jadikan pendamping selama limapuluh tahun sisa kehidupannmu. Godaan-godaan akan mendatangi jalanmu, narkoba, alcohol, peluang-peluang untuk menyimpang. Kamu tahu yang benar dan yang salah, dan saya yakin akan penilaianmu... Jangan takut akan gagal. Lebih takut untuk tidak mencoba... Ambil kesempatan dan resiko, jangan tindakan yang membabi buta, tetapi tindakan-tindakan yang dapat menghasilkan kegagalan, sampai menjanjikan keberhasilan dan penghargaan besar. Ingat bahwa bagaimanapun buruknya sesuatu mungkin sepertinya tidak akan menjadi buruk esok hari. “


Lesson to learn dari artikel diatas :

Pertama, anak adalah anugerah dan tanggung jawab dari ALLAH SWT yang dititipkan kepada kita, karenanya jaga mereka dan siapkan mereka sebaik mungkin atau bahkan lebih baik daripada apa yang telah terjadi pada diri kita, sesuai dengan kemampuan dan batas kemampuan yang kita miliki.

Kedua, anak akan tumbuh menjadi besar dan akan menghadapi dunia mereka. Walaupun dunia mereka akan jauh berbeda dengan dunia yang telah kita jalani, tetapi bukan berarti bahwa kita membatasi, melarang atau menghalangi mereka bergaul dan bersentuhan dengan dunia mereka. Beri mereka kesempatan dan keleluasaan untuk menjalani dan memilih hidup mereka, tetapi batasi kebebasan mereka dengan tanggung jawab dan norma serta etika kehidupan yang berlaku.

Ketiga, jangan takut mereka mengalami kegagalan, karena dari kegagalan tersebutlah mereka tahu arti dari keberhasilan, yang bisa kita lakukan hanyalah mengawasi, membimbing dan memberitahu mana yang baik dan mana yang benar. Ketika mereka menjalani proses pembelajaran kita adalah teman mereka, tetapi ketika mereka akan melakukan suatu kesalahan yang fatal, maka kita adalah orang tua mereka, yang akan memanggil, menasehati, mengarahkan, menggunakan mereka kembali untuk dapat memahami arti tanggung jawab kehidupan bagi diri pribadi dan lingkungannya.

Keempat, tidak ada istilah bekas atau mantan anak, anak akan selalu menjadi anak kita kapanpun dan bagaimanapun serta dimanapun mereka berada. Karenanya keberhasilan dan kegagalan anak adalah juga bagian dari tanggungjawab kita sebagai orang tua. Jangan pernah berpaling dari mereka, karena pada dasarnya anaklah harta yang paling berharga yang kita miliki di dunia.

bersambung ke CP : PSA - 03

Salam,
Imung

Disarikan dari Buku : Colin Powell, Perjalanan Seorang Amerika