15.8.09

HIDUP BUKANLAH KE SIA-SIA AN



Hidup di dunia memang harus punya tujuan.

Mencapai tujuan harus dengan perjuangan.

Perjuangan membutuhkan pengorbanan.

Selama pengorbanan itu sepadan maka hidup tidak akan sia-sia.


Perjuangan untuk mencapai tujuan memang tidak akan merubah takdir.

Namun dengan usaha, manusia bisa merubah nasib.

Nasiblah yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain.

Karena itu, hidup haruslah berarti.


ALLAH SWTpun mengatakan....
Sebaik-baiknya manusia di dunia adalah...
MANUSIA YANG BERGUNA BAGI YANG LAIN.
Ini mengandung maksud
Keberadaan kita harus BERARTI bagi ORANG LAIN.

Sejelek-jeleknya orang.
Serendah-rendahnya jabatan orang.
Tapi apabila KEBERADAANnya mengandung ARTI
Maka MANUSIA itu adalah Mahluk yang berharga
DI MATA DUNIA
dan
DI MATA AKHIRAT

Hidup dan Kehidupan adalah suatu kesatuan
Suatu Ekosistem yang saling membutuhkan.
Maka Kehidupan seseorang haruslah berarti bagi lingkungannya.
Dan, Kematian seseorang tentunya mempunyai makna bagi orang lain.
Karena tidak ada manusia yang abadi
Tidak ada manusia yang akan hidup selamanya..

Hidup dan Mati adalah Takdir.
Sedangkan Kesenangan dan Penderitaan adalah Nasib.
Perjuangkanlah Nasib tersebut.
Rebutlah kehidupan,
Nikmatilah kesenangan,
Namun, jangan pernah jauh dari petunjukNYA

Karena itu, Manusia haruslah BER-IMAN.
Agar TUJUAN HIDUPnya ada landasan.
Landasan Iman yang mengajarkan CINTA, KASIH SAYANG dan KEDAMAIAN.
Bukannya KETAKUTAN, KEHANCURAN dan KEMATIAN.

Manusia diciptakan ALLAH SWT untuk menjadi KAFILAH di bumi.
Untuk MEMBANGUN, MENCIPTA dan MEMELIHARA PERDAMAIAN
bukannya MENEBAR KEBENCIAN, TEROR dan KEMATIAN.

Manusia dilahirkan di dunia oleh ALLAH SWT untuk BERIBADAH
Beribadah itu hanya bisa dilakukan hanya Jika kita HIDUP
Jadi, manalah mungkin kita beribadah apabila kita MATI
MATI dengan kesengajaan dan sekaligus membawa KESENGSARAAN
MATI bunuh diri sebagai PENGANTIN BOM
adalah .... SUATU KE SIA SIA an
Karena setelah mati... IBADAH itu akan terhenti.
Hidup akan terhenti
Perjuangan akan terhenti.

Karenanya......
HARGAILAH HIDUP
BERJUANGLAH untuk HIDUP
CAPAILAH TUJUAN
RUBAHLAH NASIB
INSYAALLAH apabila memang TUJUAN kita MULIA
dan BERARTI bagi Orang Lain.
maka, PADA AKHIRNYA
PERJUANGAN KITA TIDAKLAH SIA SIA

MARI HARGAI HIDUP dan KEHIDUPAN
Hidup dan Kehidupan yang merupakan MILIK KITA dan juga MILIK MEREKA,
Karena, sekali lagi
SEBAIK BAIKnya MANUSIA adalah IA YANG BERGUNA BAGI ORANG LAIN.

13.8.09

ANUGRAH GUSTI ALLAH

"Anugerah Gusti Allah"

Sering kali aku berkata,
Ketika orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
Bahwa mobilku hanya titipanNya,
Bahwa rumahku hanya titipanNya,
Bahwa hartaku hanya titipanNya,
Bahwa putraku hanya titipanNya,

Tetapi,
Mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut sebagai petaka,
Kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua ”derita” adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin ibadah, maka selayaknya derita menjauh dariku,
Dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
Dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas ”perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan ,
Hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah... .

”Ketika langit bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra)